Kamis, 26 Agustus 2010

Pemerkosaan Dalam Kencan Remaja

Kisah Ke-3
Cika tidak menyangka bahwa hal itu akan terjadi pada dirinya. Dalam dua tahun terakhir ini ia telah menjalin kasih dengan Dodi. Tetapi sejak beberapa bulan yang lalu hubungan mereka tidak sehangat dulu lagi semenjak Cika memutuskan untuk kuliah di luar kota-karena ia memang di terima di sebuah universitas negeri di luar kota tinggalnya. Sedangkan Dodi belum diterima di mana-mana. Suatu malam Minggu, Dodi mengajak Cika kencan seperti biasa, pergi makan malam. Tetapi malam itu Dodi kelihatannya tidak seperti biasanya. Ia banyak diam dan terlihat sensitif. Selesai makan malam Cika minta diantar pulang, tetapi Dodi menolaknya malah membelokkan mobilnya ke lapangan sepi. Cika mulai curiga dan membujuk Dodi agar mau mengantarnya pulang. Tetapi Dodi tidak mengacuhkannya , malah melampiaskan nafsu bejatnya tanpa Cika berani berbuat apa-apa.

Apakah ini sebuah bentuk perkosaan? Ya. Ini adalah perkosaan, dimana pihak lelaki memaksakan kehendak seksualnya terhadap perempuan padahal phak perempuan menolaknya. Walaupun ini dilakukan oleh pacar sendiri tetapi perbuatan ini tetapi dikategorikan perkosaan! Atau dengan kata lain, pemaksaan untuk berhubungan seks antara dua orang yang saling mengenal satu sama lain adalah "date" atau "acquaintance rape" (perkosaan dalam kencan atau perkosaan yang dilakukan oleh orang yang dikenal ).

Selama ini orang menyangka bahwa perkosaan selalu dilakukan oleh orang yang tidak dikenal (walaupun ini banyak terjadi juga). Padahal menurut data dari Amerika Serikat, 80% korban perkosaan mengatakan bahwa mereka mengenal pelaku perkosaan. Artinya, pelaku adalah orang yang selama ini dikenal oleh korban seperti pacar, teman, Oom dsb. Sedangkan usia korban paling banyak berkisar antara usia 15-25 tahun. Ingat saja bahwa perkosaan adalah bentuk dari kekuasaan dan kontrol dari si pelaku dan tak ada hubungannya sama sekali dengan cinta!

Hubungan yang sehat antara dua kekasih adalah saling menyayangi dan menghormati. Kadang-kadang perempuan merasa "berhutang budi" karena kekasihnya telah memberikannya hadiah. Padahal bukan begitu, perempuan seharusnya lah menghormati tubuhnya sendiri dan tidak usah merasa "berhutang budi" terhadap kekasih karena telah memberikan berbagai macam hadiah. Kalau si lelaki memaksakan kehendaknya terhadap gadisnya padahal si gadis telah menolaknya maka lelaki itu bukanlah orang yang tepat untuknya. Jika si lelaki benar-benar sayang terhadap gadisnya, sudah selayaknya ia menjaganya dan mau menunggu sampai hubungan mereka sah sebagai suami istri.

Untuk para perempuan, anda dapat menghindari perkosaan (dari orang yang dikenal) dengan menghindari untuk tidak berduaan saja di tempat-tempat sepi seperti di kamar ( jika dengan pacar) sampai anda mengenalnya dengan baik dan percaya padanya. Saran lainnya :
  • Jangan mau hanya berdua saja dengan orang yang membuat anda tidak nyaman atau jika intuisi anda mengatakan bahwa kenalan anda ini tidak bermaksud baik maka jangan mau diajak atau berduaan saja dengannya.
  • Mungkin berlatih bela diri baik juga bagi diri anda. Memiliki kepandaian membela diri seperti karate atau silat dapat melindungi diri anda ketika anda secara tiba-tiba diserang oleh lelaki kurang ajar.
  • Secara tegas mengatakan "tidak" kepada setiap tindakan yang menjurus kepada tindakan terlarang.

Bagaimana tindakan kita misalnya kita telah menjadi korban perkosaan atau menjumpai seorang korban perkosaan. Korban berhak dilindungi dan mendapat perlindungan! Korban perkosaan bukanlah seorang yang menjadi kotor tetapi pelakulah yang pantas disebut kotor karena telah merenggut masa depan dan kehormatan seseorang. Jika anda menjadi korban perkosaan secepatnya mengadu kepada orang-orang terdekat seperti orang tua, teman, saudara dan dapat juga mengadu ke pusat krisis perkosaan. Selanjutnya korban harus pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pemeriksaan dan visum. Jangan mandi atau membersihkan diri atau membuang baju sebelum menjalani pemeriksaan. Baju dan tubuh korban mungkin mengandung bukti-bukti untuk mengajukan si pelaku ke pengadilan. Bisa dimengerti bahwa banyak korban perkosaan langsung mandi dan bersih-bersih karena mnanggap dirinya kotor telah disetebuhi secara paksa.

Tidak pernah boleh disalahkan atas terjadinya perkosaan ini. Korban layak dihormati dan dilindungi. Bukan salah korban jika terjadi perkosaan biarpun itu dilakukan oleh pacar sendiri. Karena pada dasarnya ia tidak mau melakukan hubungan badan. Yang pantas disalahkan-sekali lagi- adalah si pelaku yang tidak dapat mengontrol nafsunya. Bagi pelaku perkosaan, ingatlah apa yang telah anda perbuat! Bukan saja telah meremukkan emosi korban, menghancurkan masa depan, mengganggu kestabilan fisik dan mentalnya tetapi juga dengan memperkosa sebetulnya anda telah merendahkan diri anda sendiri!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Anda menuliskan komentar Anda tentang tulisan diatas di sini