Sabtu, 28 Agustus 2010

Akibat Kegagalan Fungsi Keluarga (ULASAN Kisah 1)

Kisah Ke-3
“Dan hendaklah kalian takut jika meninggalkan di belakang kalian keturunan yang lemah (moral)”. (QS. An-Nisaa: 9).
Kisah di atas menunjukkan kegagalan fungsi keluarga sebagai kontrol terhadap gerak langkah anak-anak muda. Para orang tua telah gagal memberikan pendidikan agama yang benar. Parahnya, orang tua sendiri cenderung terbawa arus modern. Kedua orang tua bekerja dan anak dibiarkan menentukan pendidikan dan panutannya sendiri. Atau mungkin ibu ada di rumah, namun ia tidak menerapkan pendidikan akhlak di keluarga bahkan secara tidak langsung, anak disuruh menyesuaikan diri dengan dunia modern. Mereka disediakan kamar sendiri dengan seperangkat video game dan komputer yang memungkinkan anak menemukan celah-celah buruk dari media tersebut berupa pornografi, kekerasan dan penghamburan waktu tanpa kontrol dari orang tua.
Hal ini sangat berbahaya bagi para remaja. Mereka terombang-ambing di antara nilai ganda (double value). Di satu sisi mereka dididik terus rajin, disiplin, sopan santun,
dan tidak boleh ini-itu, tapi pada kenyataannya berbagai tayangan media massa sarat dengan kekerasan dan pornografi. Sehingga bisa jadi mereka lugu, sopan dan penurut, namun di luar mereka beringas terbawa arus lingkungan yang tidak sehat.
Sedangkan masa remaja merupakan masa transisi. Menurut Dr. Umar Hasyim (1995), bahwa keadaan ini merupakan masa berbahaya baginya sebab ia mengalami hidup di dua alam, yakni alam khayalan dan alam nyata, di mana banyak ditemukan gejolak jiwa dan fisik. Masa transisi merupakan masa perpindahan alam khayalan ke alam nyata yang mana banyak remaja berkhayal bahwa dirinya seorang super hero di segala hal.
Pada masa tersebut sering muncul keinginan untuk menunjukkan sikap-sikap berani, ingin diperhatikan orang yang sebenarnya sifat-sifat pada permulaannya hanya sifat yang demonstratif untuk menyembunyikan kegelisahan yang belum dikenalnya.
Dalam kondisi seperti itu, remaja memerlukan “subyek moral” orang dewasa yang dikaguminya. Anak remaja cenderung mengidentifikasi orang dewasa dalam berbagai hal yang dikaguminya seperti cara berpakaian, cara bergaul, sikap, sifat, dan cara berpikir.
Maka peran orang tua dalam masa ini sangat diperlukan dalam memberikan arahan dan petunjuk ke arah identitas yang Islami. Hal ini sebaiknya (seharusnya) ditempuh dari semenjak anak masih kecil hingga menemukan kedewasaannya, mengingat didikan lain dadakan perlu kontinyuitas dan kesungguhan.
Namun disayangkan, rumah kaum muslimin saat ini telah bergeser fungsi dari lembaga pendidikan informal tempat mendidikkan putra-putrinya menjadi anak shaleh, berubah fungsi menjadi bioskop, restoran atau hotel. Rumah tak ubahnya seperti bioskop, sekedar tempat nonton televisi. Rumah juga tak ubahnya sebagai hotel, hanya sekedar tempat tidur dan tak ubanya restoran hanya sekedar tempat makan. Sementara itu ruh dari rumah itu sendiri yaitu pendidikan akhlak dan aqidah sudah sangat jarang diberikan di rumah. Akibatnya, ketika anak keluar rumah, tak ubahnya sosok kuda yang kehilangan kendali.
Hal ini diperparah minimnya pengetahuan anak terhadap nilai-nilai Islam sebagai akibat dikuranginya jam pendidikan agama di sekolah-sekolah umum. Faktor ini merupakan realitas yang menyakitkan. Betapa di negara yang mayoritas Islam yang seharusnya syari’at Islam dijunjung tinggi, tapi kenyataannya justru dipinggirkan. Akibatnya
generasi muda Islam semakin jauh dari Islam dan kehilangan arah dalam menentukan sikap.
Oleh karena itu, kasus pesta seks dan narkoba yang dilakukan anak-anak ingusan seperti pada kisah di atas, akar permasalahannya adalah krisis moral atau krisis akhlakul karimah dalam jiwa remaja masa kini. Betapa tidak, waktu mereka untuk belajar agama sangat sempit digeser oleh berbagai jenis hiburan dan tayangan acara televisi yang menghabiskan waktu dengan materi yang tidak mendidik di samping kontrol orang tua yang sangat minim. Saatnya kita merenungkan firman Allah swt. di atas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Anda menuliskan komentar Anda tentang tulisan diatas di sini