Sabtu, 28 Agustus 2010

Narkoba Musuh Bersama (ULASAN Kisah 2)

Allah swt. telah menurunkan ayat dengan tegas serta menjelaskan dampak negatif dari meminum khamr, baik bagi pribadinya maupun masyarakat.
Firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syetan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka apakah kamu akan menghentikan diri dari perbuatan itu?” (QS. 5: 90-91).
“Tiga golongan yang Allah haramkan untuk masuk surga yaitu peminum khamr, durhaka kepada orang tua, dan yang mengizinkan terjadinya perzinaan di kalangan keluarga.” (HR. Ahmad, Nasai, Al-Bazzar, dan Hakim).
Seiring dengan perkembangan zaman, maka berbagai minuman yang memabukkan pun bervariasi. Sekalipun
demikian tetap saja hukumnya haram. Keharaman khamr tidak terbatas banyak atau sedikit, jika banyak memabukkan maka sedikit pun tetap haram sekalipun yang sedikit itu tidak memabukkan.
“Setiap yang mambukkan adalah khamr dan setiap khamr hukumnya haram” (HR Muslim)
“Setiap yang mamabukan hukumnya haram, jika minum segelas itu memabukkan maka setetes pun hukumnya haram.” (HR Ahmad Tirmidzi)
“Minuman yang banyaknya mamabukkan maka yang sedikitnya pun hukumnya haram” (Ibnu Majah).
“Rasulullah melarang (mengharamkan) meminum sedikit dari munuman yang banyaknya memabukkan” (HR. Darukutni).
“Dari abi Umamah Al-Bahiliy ia berkata : Rasulullah SAW bersabda tidak akan hilang malam dan siang (kiamat) sebelum umatku meminum khamr dengan menggunakan nama lain” (HR. Ibnu Majah).
“Sesungguhnya dari umatku akan ada yang meminum khamr dengan menggunanakan nama yang bervariasi” (HR. Ahmad)
Narkoba (narkotika dan obat-obat berbahaya), NAZA (Narkotika dan Zat Adiktif), atau ada yang menyebut NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif), Produk
‘syetan’ ini begitu mudah masuk dan peredarannya di Indonesia sungguh luar biasa, merambah ke segala beckground kehidupan dan tingkat usia, mulai dari para pejabat hingga rakyat biasa, para penjahat hingga aparat kepolisian, para mahasiswa hingga dosen, para siswa hingga guru, para artis hingga olahragawan. Sesuatu yang sangat menyedihkan anak SD pun mulai ikut-ikutan triping.
Bahkan menurut penelitian, narkoba dalam tubuh tidak akan hilang selama enam hingga 10 tahun terhitung dari semenjak seseorang berhenti mengkonsumsi. Hal ini berarti racun narkoba akan tetap menumpuk dalam darah dan selama itu pula sebenarnya seseorang memerlukan terapi yang kontinyu.
Menurut data kepolisian, merebaknya kasus Narkoba selalu diiringi dengan merebaknya berbagai tindak kejahatan. Inilah bahaya secara sosial. Bisa dibayangkan jika pengguna narkoba semakin banyak, berbarti tingkat kejahatan pun akan semakin banyak. Kasus-kasus penjarahan pun disinyalir sebagian karena ekses narkoba.
Saat ini menurut data kepolisian, para pecandu Narkoba sudah mencapai angka 2% dari keseluruhan panduduk Indonesia. Jika penduduk Indonesia 200 juta, berarti ada 4 juta pecandu Narkoba di Indonesia. Padahal data ini sebagaimana diakui Kapolri, hanya sebagian kecil
saja yang berhasil didata sementara data sebenarnya jauh lebih banyak. Seperti halnya gunung es yang hanya tampak kecil di permukaan sementara yang terpendam di dasar lautan sungguh besar sekali.
Mengapa Anak terjerumus pada narkoba?
Mengapa Anak terjerumus pada narkoba? jawabannya sangat kompleks. Namun jika dirinci berdasarkan realitas yang terjadi, maka dapat disimpulkan di bawah ini. Hal ini juga pernah dimuat di majalah Tiara yang secara gamblang menjelaskan seluruh penyebab itu.
a. Pribadi anak. Anak yang mengalami gangguan kepribadian seperti psikopat (tidak mampu mengenali, memahami, mengendalikan, dan melakukan regulasi terhadap emosi-emosi, impuls-impuls, dan tingkah laku sendiri) mudah sekali terpengaruh pada penyalahgunaan obat. Anak yang memiliki ketergantungan tinggi pada orang lain dan tidak/kurang memiliki kepercayaan diri, juga mudah sekali terpengaruh pada penyalahgunaan obat.
b. Fisik anak. Anak mempunyai kelainan di otak, terutama pada syaraf otak, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelahiran yang tidak sempurna, kepala terkena benturan keras, dan sebagainya. Gangguan syaraf otak akan mempengaruhi fungsi berpikir,


sehingga sikap dan perilaku anak akan terpengaruh juga. Dalam menghadapi relalitas, anak yang mengalami gangguan syaraf otak akan berbeda dengan anak normal sehingga ia mudah sekali terpengaruh.
c. Perhatian orang tua. Orang tua terlalu sibuk atau masa bodoh sehingga anak kurang mendapatkan perhatian. Kebutuhan anak akan perhatian dan kasih-sayang orang tua tidak terpenuhi. Jika anak frustasi karena kebutuhannya tidak terpenuhi, bisa terjadi anak lari pada penyalahgunaan obat.
d. Kelompok teman sebaya. Teman sebaya sangat kuat pengaruhnya terhadap anak. Jika anak bergaul dengan kelompok teman sebaya yang menyalahgunakan obat, bisa terjadi anak akan terpengaruh karena tidak ingin disisihkan oleh kelompoknya.
e. Minimnya pendidikan Agama. Terutama di era modern seperti sekarang ini, perhatian masyarakat lebih tertuju pada pemenuhan kebutuhan perut, sementara itu kebutuhan rohani kurang diperhatikan. Akibatnya banyak keluarga yang tidak memperhatikan pendidikan agama bagi anaknya.

Cara Pencegahan
a. Didiklah anak Anda dengan pendidikan Islam yang mantap. Terangkan berbagai kewajiban dan larangan


yang harus dijauhi. Termasuk di dalamnya jelaskan tentang hukum dan bahaya Narkoba.
b. Sebaiknya Anda tahu tentang penyalahgunaan obat. Anda bisa berkonsultasi kepada ahlinya atau belajar melalui Paket Deteksi Dini untuk orang tua yang diselenggarakan oleh RSKO.
c. Sejak dini, tanamkan pada anak dan berikan perhatian serta kasih-sayang yang sewajarnya pada anak.
d. Didiklah anak dengan pola asuh yang membuatnya kelak mempunyai kepribadian mandiri, tegar, tidak mudah terpengaruh, dan memiliki kepercayaan diri yang kuat.
e. Amati perkembangan anak sehari-hari. Jika Anda kenal betul dengan anak, maka Anda akan peka terhadap setiap perubahan yang terjadi pada diri anak.
f. Anda perlu tahu teman-teman anak Anda, baik teman sekolahnya maupun teman belajar dan bermain. Sebaiknya Anda juga mengenal orangtua atau keluarga dari teman-teman anak. Anda juga perlu tahu ke mana saja anak Anda dan teman-temannya biasa bepergian atau di mana biasanya mereka berkumpul.
g. Sesekali Anda perlu memeriksa isi kamar tidur anak termasuk segala perlengkapan di dalam kamar tidurnya, terutama tempat-tempat rahasia anak. Tentu saja jangan


sampai diketahui anak agar dia tidak tersinggung atau marah karena merasa tidak dipercaya.
h. Secara rutin Anda menjalin hubungan dengan guru BP di sekolah atau wali kelas anak untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah.
i. Ada baiknya Anda dan anak mendiskusikan masalah-masalah kenakalan anak dan remaja. Mintalah pendapat anak dan biarkan ia mengemukakan pikiran-pikirannya. Anda tinggal membetulkan jika ia memiliki pandangan atau pendapat yang keliru.

Salam Ikhlas Tizar Rahmawan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Anda menuliskan komentar Anda tentang tulisan diatas di sini